Berdiri menatap cermin penuh tanya sejuta,
seakan raga ini kecewa dalam dusta asmara,
pupus harapan saat dua hati berjanji bersama,
laksana mawar layu di taman kencana.
pupus harapan saat dua hati berjanji bersama,
laksana mawar layu di taman kencana.
Tiada senyum tersimpul menghias parasmu,
masih terasa seuntai kata mesra untuk diriku,
seraya mencubit manja kedua pipi ini selalu,
betapa hangat menyelimuti sukma saat itu.
Kasih….. mengapa semua ini cepat berakhir?
detik waktu berjalan jauh ikuti suratan takdir,
tinggalkanku terpuruk berada di titik nadir,
ubah manisnya mahligai suci terasa getir.
Jangan biarkan mawar layu jatuh berguguran,
singkirkan lara yang kerap iringi perasaan,
walau perjodohan tak mungkin kau hindarkan,
cinta ini akan abadi tak mudah dilupakan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar