Sabtu, 03 Januari 2026

Sepucuk Surat Untuk Bunda

 
Sejuta aksara kutulis dengan pena kerinduan,
tak sabar menyapa lewat literasi ketulusan,
setelah lama meniti langkah tuk masa depan,
pada kancah global yang penuh persaingan.

Kadangkala raga ini jatuh memikul kecewa,
seolah asa tak kuasa diraih sempurna,
tak jarang terpuruk dalam percaturan dunia, 
saling sikut, kejar setumpuk uang semata.

Tapi, mentari tersenyum memberi semangat,
Sang Bayu tak bosan berbisik agar kuat,
nyanyian burung menghibur manakala penat,
seberkas sinar tuntun diri menuju manfaat.

Sepucuk surat kukirim sebagai tanda bukti,
anakmu telah berhasil atas jerih payah sendiri,
lantaran doa bunda selalu terucap setiap hari,
demi diriku kembali dalam pelukmu nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar