Kamis, 15 Januari 2026

Setitik Asa

Terkurung hati pada ruang dilema,
tersandera raga letih mendera,
manakala sunyi paksa menyapa,
hadirkan ambigu selaksa tanya.

Ragam pasak tiba menghujam,
berjibaku siang hingga malam,
laksana sembilu menyayat sekam,
redupkan sinar jadi gulita suram.

Tutur lembut anila mengalun merdu,
hidupkan angan sebelum layu,
tampilkan cita tepiskan khayal semu,
bersihkan simpul pikiran yang kelabu.

Setitik asa kini mulai terbentang,
mentari siuman dari tidur panjang,
siulan prenjak gugah inspirasi matang,
songsong kesempatan menuju menang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar