![]() |
| Foto seorang pria sedang merenungi hidupnya (Pixabay.com) |
Jari waktu
menggores lem
baran kulit, titik me
rah menyusuri peta tak
terlukis, angin bisikkan lara
terasa masih hidup, menempel
dalam dada, bergelut dingin. Kaca
pecah cerminkan rona wajah, setiap
serpihan simpan cerita pendek, luka
bukanlah noda, tapi jalur yang
tertoreh, antar langkah ke
tanah yang belum diraih.
Malam menjemur bekas pada permu
kaan air, riak cahaya menyulam
kembali yang hancur, darah
yang mengalir kini
jadi lautan dalam,
tampung semua
rasa, ada sinar
diujung kelam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar