Selasa, 10 Maret 2026

Tergores Luka

 
Foto seorang pria sedang merenungi hidupnya (Pixabay.com)

Jari waktu 
menggores lem
baran kulit, titik me
rah menyusuri peta tak 
terlukis, angin bisikkan lara 
terasa masih hidup, menempel 
dalam dada, bergelut dingin. Kaca 
pecah cerminkan rona wajah, setiap 
serpihan simpan cerita pendek, luka 
bukanlah noda, tapi jalur yang 
tertoreh, antar langkah ke 
tanah yang belum diraih. 
Malam menjemur bekas pada permu
kaan air, riak cahaya menyulam 
kembali yang hancur, darah 
yang mengalir kini 
jadi lautan dalam, 
tampung semua 
rasa, ada sinar 
diujung kelam. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar